Ya Yesusku, Kebenaran yang kekal, aku tidak takut akan suatu pun, entah kesulitan entah penderitaan. Yang kutakuti hanyalah satu hal, yakni melukai Hati-Mu. Ya Yesusku, lebih baik aku binasa daripada membuat Engkau berduka. Ya Yesus, Engkau tahu bahwa kasihku hanya tertuju pada-Mu. Jiwaku sepenuhnya terserap ke dalam diri-Mu. • BHF 571
“Jiwaku sepenuhnya terserap ke dalam diri-Mu.” Setelah mengatakan bahwa ia tidak takut akan kesulitan maupun penderitaan, dan bahwa satu-satunya yang ia takuti hanyalah melukai Hati Yesus, akhirnya ia mengungkapkan alasannya: “Jiwaku sepenuhnya terserap ke dalam diri-Mu.” Aku membayangkan, betapa indahnya keadaan jiwa seperti Faustina. Seluruh hati, pikiran, keinginan, harapan, dan cintanya begitu dipenuhi oleh Yesus sehingga tidak ada lagi ruang yang lebih besar daripada Dia. Yesus menjadi pusat hidupnya. Maka penderitaan atau pun hal lainnya tidak lagi menjadi ketakutan yang utama. Yang terpenting baginya adalah tetap tinggal di dalam kasih Tuhan.
Sering pikiranku terserap oleh pekerjaan, persoalan, kekhawatiran, atau diriku sendiri. Rupanya, terserap ke dalam Tuhan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Itu adalah buah dari relasi intens yang terus-menerus dipelihara dab dirawat dengan setia berdoa, mencintai Sabda-Nya, merayakan Ekaristi, dan belajar menyerahkan diri dan mengabdalkan Tuhan setiap hari.
Aku merindukan hati seperti Faustina, hati yang begitu dekat, merapat bahkan bersatu dengan Tuhan. Segala sesuatu dilihat dari sudut pandang Tuhan. Bukan lagi bertanya apa yang aku inginkan, tetapi apa yang Tuhan kehendaki. Bukan lagi mencari kehormatanku sendiri, melainkan sukacita Tuhan. Ketika jiwa sungguh terserap ke dalam diri-Nya, damai tidak lagi bergantung pada keadaan, tetapi pada kehadiran Tuhan yang senantiasa menyertai.
Yesus Tuhanku, seraplah seluruh hidupku ke dalam kasih-Mu. Biarlah hati, pikiran, kehendak, dan seluruh keberadaanku semakin berpusat pada-Mu. Jangan biarkan apa pun menjauhkan aku dari-Mu, sebab hanya di dalam Engkaulah jiwaku menemukan sukacita dan kedamaian yang sejati. Yesus, Engkau andalanku.
Recent Comments