Ketika aku…
Ketika menanggung penderitaan, aku harus mencari kelegaan di dalam doa. Ketika mengalami keraguraguan, juga yang paling ringan, aku hanya boleh ninta nasihat bapak pengakuanku. Aku harus selalu memiliki hati yang terbuka untuk menerima penderitaan orang lain, dan membenamkan penderitaan-penderitaanku dalam Hati ilahi sehingga penderitaan itu tidak akan dilihat orang, sejauh itu mungkin. Aku harus selalu mengusahakan ketenangan, tidak peduli betapa besar badai yang melanda situasiku. Aku tidak boleh membiarkan suatu pun mengganggu ketenangan dan keheningan batinku. Tidak suatu pun dapat menandingi damai jiwa. (BHF 792)

Ketika aku bangun, aku menerima luapan rahmat kerahiman-Mu.

Ketika aku berjalan dan memandang dunia, semuanya mengukir kisah tentang betapa agungnya kasih-Mu

Ketika aku bekerja, aku merasakan kuasa kasih-Mu yang memampukan aku.

Ketika aku bersusah hati, aku memandang-Mu, sejenak kerahiman ilahi menghiburku.

Ketika aku bersalah dan berbuat dosa, kerahiman-Mu merengkuh dan memelukku erat

Ketika aku takut dan tidak berani berbuat kasih, Kerahiman-Mu mendorongku.

Ketika aku enggan mengampuni, kerahiman-Mu melingkupiku.

Ketika aku hendak beristirahat dan tidur, mata batinku melihat semuanya tentang kasih kerahiman-Mu.

Dalam semuanya, aku hanya dapat bersyukur, memuji dan memuliakan Kerahiman-Mu.

Ketika aku beryukur,
Sukacita cinta memenuhi hatiku.

Sungguh agung, mulia, kuat dan perkasa, sekaligus manis, lembut daya kasih kerahiman Ilahi bagiku.

Salam ya Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku.*hm