KAMIS, PEKAN ADVEN I
Yes 26:1-6; Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a; Mat 7:21.24-27
Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang keteguhan iman, ketaatan yang nyata, dan keselamatan yang lahir dari kesetiaan kepada Tuhan. Di tengah dunia yang penuh guncangan—baik secara sosial, moral, maupun spiritual—kita dipanggil untuk membangun hidup di atas dasar yang kokoh, yaitu sabda Tuhan yang dihidupi.
Nabi Yesaya mengarahkan kesadaran kaum Israel bahwa Tuhan adalah Allah kekuatan mereka yang tidak tergoyahkan. Israel terlindung aman karena Tuhan Allah telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan Israel. Tuntutan bagi mereka adalah percaya kepada Tuhan selama-lamanya. Ini adalah gambaran spiritual tentang hidup kita: apakah kita membangun “kota rohani” yang kuat, atau hanya “istana pasir” yang mudah runtuh?
Yesus dengan tegas menyatakan bahwa bukan orang yang berseru: “Tuhan-Tuhan”, akan masuk kerajaan Surga melainkan dia yang melakukan kehendak Allah. Orang yang mendengarkan dan melakukan kehendak Allah sama dengan orang bijaksana yang membangun rumah di atas batu. Yesus mengajak kita untuk menjadi pelaku sabda, bukan hanya pendengar. Itulah fondasi yang menyelamatkan.
Apa yang telah menjadi dasar hidupku? Bagaimana aku telah menyatakan kesadaranku bahwa Allah adalah kekuatanku yang tak tergoyahkan? Bagaimana hal itu akan kubangun selama masa Adven ini?
Mari kita bangun hidup kita di atas batu yang kokoh: ketaatan kepada sabda Tuhan. Di tengah badai dunia, hanya hidup yang berakar dalam kehendak Allah yang akan bertahan dan memberi damai.
Mari meletakkan dasar hidup kita pada Allah, kekuatan kita yang tak tergoyahkan.
“Tuhan, jadikanlah sabda-Mu fondasi hidup kami, agar kami layak tinggal di kota-Mu yang kudus.”
Tuhan memberkati.* RD AMT
Recent Comments