RABU, PEKAN BIASA XVII
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46.
Perjumpaan intens antara Musa dan Allah membuat muka Musa bercahaya. Cahaya itu berkaitan dengan peran kepengantaraannya. Cahaya itu berasal dari Allah dan melambangkan kewibawaannya di hadirat Allah. Kewibawaan itu membuat umat takut mendapatinya. Penampilan musa menjadi cemerlang karena sinar Ilahi yang merasukinya.
Dua perumpamaan singkat tentang harta terpendam dan mutiara mengungkapkan kekayaan dan keindahan Kerajaan Allah. Oleh karena itu, setiap orang beriman dituntut untuk berani mempertaruhkan segala-galanya untuk memperoleh Kerajaan Allah itu. Harta terpendam menuntut sikap kreatif untuk mengolah dan mengelola daya kerajaan Allah sehingga menghasilkan buah sukacita. Mutiara yang indah menuntut sikap kagum yang mendalam untuk mempertaruhkan segalanya demi Kerajaan Allah itu.
Sejauh mana aku telah menyadarI kehadiran yang Ilahi di dalam diriku sebagai orang beriman? Apakah kehadiran yang Ilahi itu telah menjadi daya yang menggerakkan kehidupan untukmenjadi cahaya bagi orang lain?
Mari secara kreatif mengolah dan mengelola daya kerajaan Allah sehingga ia teguh, setia, dan sabar berhadapan dengan segala rintangan.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments