JUMAT, PEKAN BIASA XV
Kel. 11:10-12:14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; Mat. 12:1-8

Dalam rangka pembebasan dan pematangan iman bangsa terpilih, Allah membentangkan perayaan yang harus dilakukan, yaitu perayaan Paskah. Perayaan Paskah dengan segala ketentuannya menyadarkan bangsa Israel untuk siap sedia dituntun oleh Allah melaksanakan perjalanan pembebasan bersama Allah. Oleh karena itu, bagi Israel, Paskah memiliki arti yang amat kaya dan jelas. Paskah = melewati, memiliki makna melindungi, membebaskan, dan menyelamatkan. Paskah menjadi sebuah ketetapan yang harus dirayakan turun – temurun. Karena, melalui perayaan tersebut, Israel mengenang dan menyadari kembali karya penyelamatan Allah yang membebaskan.

Yesus ditegur oleh orang-orang Farisi karena perbuatan para murid-Nya yang melanggar peraturan Sabat. Namun, Yesus justru menggunakan kesempatan itu untuk menyadarkan mereka tentang makna hukum Sabat. Untuk itu, Yesus memberikan contoh tindakan yang dilakukan oleh raja Daud dan para imam pada setiap hari Sabat. Dengan cara itu, Yesus mau menyadarkan setiap orang akan dua hal penting. Pertama, manusia tidak boleh dikorbankan hanya demi hukum. Hukum justru harus digunakan untuk membebaskan dan menyelamatkan manusia. Kedua, melakukan kebaikan merupakan tuntutan yang jauh lebih penting dari segala tata aturan yang ada.

Apakah seluruh hidupku sudah menjadi ungkapan perjalanan bersama Allah yang membebaskan? Apakah aku selalu siap sedia untuk melaksanakan perjalanan hidupku bersama Allah? Bagaimana aku telah menghidupi segala tata aturan yang ada, demi pembebasan dan keselamatan manusia atau demi tegaknya sebuah aturan?
Mari selalu siap sedia untuk berjalan bersama Allah yang membebaskan. Mari menaati segala tata aturan demi keselamatan dan pembebasan manusia, bukan hanya demi tegaknya sebuah ketentuan hukum.
Tuhan memberkati. * RD AMT