Lamanya masa Postulat.
Masa postulat akan berlangsung satu tahun. Dalam masa ini, calonnya hendak memeriksa apakah ia tertarik dengan cara hidup ini dan apakah cara hidup ini cocok untuk dia. Pembimbing pun hendaknya dengan cermat mempertimbangkan tidaknya cocok seorang calon dengan gaya hidup ini. Sesudah satu tahun, kalau postulan menunjukkan bukti keinginan yang teguh dan keinginan yang tulus untuk mengabdi Allah, ia hendaknya diterima masuk novisiat.  BHF 543

“Sesudah satu tahun, kalau postulan menunjukkan bukti keinginan yang teguh dan keinginan yang tulus untuk mengabdi Allah, ia hendaknya diterima masuk novisiat.”  Saya tertarik pada kata-kata “menunjukkan bukti.” Mengapa harus ada bukti? Bukankah keinginan yang teguh dan keinginan yang tulus sudah cukup? Ternyata tidak. Kemauan yang teguh dan keinginan yang tulus memang penting, tetapi harus tampak dalam kehidupan nyata. Harus menghasilkan buah.

Aku teringat akan sabda Yesus:”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” (Mat 7:21). Niat yang baik juga penting. Keinginan mengikuti Tuhan sangatlah penting.
Namun, yang paling menentukan adalah melakukan kehendak Bapa. Barangkali karena itulah Faustina berbicara tentang bukti. Bukti kemauan yang teguh harus tampak dalam kesetiaan sehari-hari.Bukti keinginan yang tulus tampak dalam kerelaan untuk terus mengikuti Tuhan, bahkan saat harus berkorban dan menyangkal diri.

Semakin aku berpikir, aku semakin sadar bahwa panggilan bukan soal apa yang aku katakan kepada Tuhan, tetapi bagaimana responku menjawab-Nya yang diwujudkan dalam seluruh tindakan seumur hidup. Aku melihat diriku sendiri. Aku bukan seorang postulan, semangatku boleh menjadi seorang postulan hari demi hari, yang setiap hari harus berkemauan teguh dan keinginan tulus menggabdi Tuhan dengan kebahagiaan. Apakah hidupku sungguh-sungguh menunjukkan bukti bahwa aku mengabdi Allah? Yesus Engkau andalanku.