Pada suatu kesempatan, aku melihat Yesus dalam pakaian yang cemerlang; ini terjadi di rumah kaca. [Ia berkata kepadaku,] Tuliskanlah apa yang Kukatakan kepadamu. Kesukaan-Ku adalah bersatu denganmu. Dengan kerinduan yang amat besar, Aku menantikan dan mendambakan saat ketika Aku akan membangun tempat tinggal-Ku secara sakramental di dalam biaramu. Roh-Ku akan beristirahat di dalam biara itu dan Aku akan memberkati lingkungan sekitarnya secara istimewa.
Demi kasih-Ku kepada engkau semua, Aku akan mencegah setiap hukuman yang dengan adil dijatuhkan oleh keadilan Bapa-Ku. Putri-Ku, Aku telah menundukkan Hati-Ku untuk menerima permohonan-permohonanmu. Misi dan tugasmu di bumi ini adalah memohon kerahiman bagi seluruh dunia. Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Ku dengan penuh keyakinan (trust).
Inilah sebabnya Hari Minggu pertama sesudah Paskah harus dirayakan sebagai Pesta Kerahiman. Pada hari itu, para imam harus memberitahukan kepada setiap orang kerahiman-Ku yang agung dan tak terselami. Aku menjadikan engkau penyalur kerahiman-Ku. Katakan kepada bapak pengakuanmu bahwa Gambar [kerahiman ilahi] itu harus dipajang di gereja, bukan dalam klausura di biara itu.
Melalui Gambar itu, Aku akan memberikan banyak rahmat kepada jiwa-jiwa; oleh karena itu biarlah setiap jiwa mendapat kesempatan untuk menghampirinya. BHF 570
Putri-Ku, Aku telah menundukkan Hati-Ku untuk menerima permohonan-permohonanmu. Misi dan tugasmu di bumi ini adalah memohon kerahiman bagi seluruh dunia. Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Ku dengan penuh kepercayaan.”* Sapaan Yesus yang begitu manis kepada Faustina, “Putri-Ku,” menunjukkan suatu kedekatan yang luar biasa. Tuhan Yesus menyatakan dengan sangat jelas bahwa Ia telah menundukkan Hati-Nya untuk menerima setiap permohonan Faustina. Lalu Faustina diutus: “Mohonlah kerahiman bagi seluruh dunia.” Inilah misi dan tugas utamanya, lebih daripada tugas apa pun. Barangkali termasuk lebih daripada menulis Buku Harian atau mendirikan biara baru. Janji Yesus juga begitu jelas: setiap jiwa yang berpaling kepada Kerahiman-Nya dengan penuh kepercayaan akan dibenarkan. Sungguh luar biasa indah.
Sejak pagi aku hanya tertegun membaca teks ini. Aku membiarkannya meresap dan tinggal di dalam hatiku sepanjang hari. Baru malam ini aku duduk merenungkannya. Beginilah salah satu kesukaanku dalam Sekolah Kehidupan Rohani: membiarkan Sabda Tuhan tinggal lebih lama di dalam hati, lalu bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dariku melalui renungan hari ini?”
Aku diingatkan akan kasih dan kebaikan Tuhan yang tiada batas. Betapa indah kalimat ini: “Aku telah menundukkan Hati-Ku.” Aku membayangkan, betapa luar biasanya. Kalau bukan Tuhan sendiri yang berkenan menundukkan Hati-Nya untuk menerima, betapa jauhnya jarak antara manusia dengan Allah. Tetapi justru Tuhan yang lebih dahulu merendahkan diri, menundukkan Hati-Nya, dan membuka diri untuk menerima setiap permohonan.
Hari ini aku diingatkan untuk tidak sia-siakan rahmat sebesar ini. Kalau Tuhan sendiri sudah berkenan menundukkan Hati-Nya untuk menerima, alangkah sayangnya jika waktuku berlalu begitu saja tanpa membawa doa, permohonan, syukur, dan seluruh isi hatiku kepada-Nya.
Lalu untuk apa semuanya itu? Supaya semakin banyak jiwa percaya kepada kasih, kebaikan, dan Kerahiman Tuhan. Jiwa tidak perlu takut datang membawa segala beban dan pergumulannya. Tuhan yang Mahabaik tidak hanya menunggu, tetapi berkenan menghampiri, menerima, dan memeluk setiap jiwa yang datang kepada-Nya.
Aku juga baru menyadari sesuatu yang sangat sederhana. Dalam Gambar Kerahiman Ilahi, Yesus digambarkan sedang melangkah. Selama ini aku melihat-Nya, tetapi hari ini aku menangkap maknanya. Yesus tidak berdiri diam menunggu manusia datang kepada-Nya. Ia berjalan menghampiri setiap jiwa. Hari ini, aku merasa jiwaku yang dihampiri. Aku yang diberkati. Kalau Dia yang kukasihi senantiasa berjalan mencari jiwa-jiwa, menundukkan Hati-Nya untuk menerima setiap permohonan, dan membenarkan setiap orang yang datang dengan penuh kepercayaan kepada Kerahiman-Nya, maka aku pun diutus untuk menjadi pewarta Kerahiman Ilahi. Berjalan dan berbuat baik, menundukkan hati untuk menerima setiap jiwa, serta melayani mereka dengan doa dan pengorbanan.
Yesus, Engkau andalanku.
Recent Comments