SENIN, PEKAN BIASA XVI
Kel. 14:5-18; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6; Mat. 12:38-42
Pembebasan Israel dari perbudakan Mesir bukanlah tanpa soal. Ketika Firaun dan orang Mesir menyadari terjadinya pembebasan Israel, mereka kembali mengejar Israel. Melihat orang Mesir mengejar mereka, Israel menjadi takut dan menggerutu terhadap Musa dan Allah. Rasa takut Israel dan ketidak percayaan mereka merong-rong tujuan seluruh rencana Allah. Orang Israel tergoda untuk lebih suka tetap tinggal dalam perbudakan di Mesir, dengan jaminan kehidupan yang ada dari pada akan mati di padang gurun. Berhadapan dengan sungut-sungut dan ketakutan Israel, Musa menandaskan bahwa tidak ada pilihan ini atau itu. Musa menyadarkan Israel untuk tetap setia percaya kepada rencana dan bimbingan Allah. Musa menyadarkan mereka untuk tidak memilih jaminan sementara yang tidak pasti, yaitu kembali ke Mesir, melainkan percaya teguh pada rencana dan bimbingan Allah
Kepada para ahli Taurat dan kaum Farisi yang menuntut tanda dari-Nya, Yesus tidak mau memenuhinya. Yesus hanya menunjukkan dan mengingatkan mereka akan tanda Nabi Yunus. Sebagaimana Yunus yang bertobat dan membuka diri terhadap tugas perutusan Allah dan mampu menggerakkan pertobatan bangsa Niniwe, demikian juga seharusnya bangsa Israel. Mereka harus bertobat, karena Yesus dan apa yang diwartakan-Nya jauh lebih daripada Yunus dan hikmat-Nya jauh melebihi hikmat Salomo.
Bagaimanakah rencana dan bimbingan Allah yang telah kualami dalam sejarah hidupku? Apakah aku telah membuka diriku seutuhnya untuk mengenali dan mengalami rencana dan bimbingan Allah dalam kehidupanku?
Mari membuka diri terhadap rencana dan bimbingan Allah, melalui usaha pertobatan yang harus kita lakukan terus menerus dalam hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments