RABU, PEKAN BIASA XV
Kel. 3:1-6.9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27
Di Midian Musa mulai menyadari panggilan dan perutusannya untuk menjadi gembala bangsa terpilih. Tugas perutusan tersebut dimatangkan melalui pengalaman sebagai gembala domba. Pada proses tersebut Allah menyatakan diri sebagai kekuatan dan jaminan baginya. Dari dalam semak duri yang terbakar, sebagaimana juga dalam pengalaman Sinai nantinya, Allah menyatakan kekuatan dan kekuasaan-Nya serta maksud dan rencana-Nya yang harus dilaksanakan oleh Musa. Untuk itu, ia dituntut untuk membuka hati dan seluruh dirinya bagi panggilan dan perutusan tersebut.
Dalam doa syukur yang sangat singkat, Yesus menyatakan secara amat jelas bahwa segala sesuatu bisa terjadi karena dan dalam kekuatan, rencana dan maksud Allah. Tanpa Allah segala sesuatu tidak akan terjadi secara baik dan benar. Oleh karena itu setiap orang dituntut untuk bersikap rendah hati dan terbuka sepenuhnya pada kekuatan, rencana dan maksud Allah. Sebab, hanya orang yang berhati sederhana dan terbuka dalam sikap syukur yang mampu memahami kekuatan, rencana dan maksud Allah.
Sejauh mana aku telah membuka hati dan seluruh diriku bagi maksud dan rencana Allah? Apakah aku telah mengandalkan kekuatan dan jaminan Allah bagi arah dan jalan hidupku?
Mari membuka hati dan seluruh diri kita bagi maksud dan rencana Allah. Mari mengandalkan kekuatan dan jaminan Allah bagi arah dan jalan hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments