Sharing

JIWAKU SEPENUHNYA TERSERAP KE DALAM DIRIMU ( BHF  571 )

JIWAKU SEPENUHNYA TERSERAP KE DALAM DIRIMU ( BHF 571 )

Ya Yesusku, Kebenaran yang kekal, aku tidak takut akan suatu pun, entah kesulitan entah penderitaan. Yang kutakuti hanyalah satu hal, yakni melukai Hati-Mu. Ya Yesusku, lebih baik aku binasa daripada membuat Engkau berduka. Ya Yesus, Engkau tahu bahwa kasihku hanya...

BUNDA KITA YANG TERSUCI AKAN MENJADI SUPERIOR BIARA ( BHF 568b)

BUNDA KITA YANG TERSUCI AKAN MENJADI SUPERIOR BIARA ( BHF 568b)

Superior hendaknya menonjol karena kasih terhadap para susternya, dan kasih ini harus menjadi nyata dalam tindakan-tindakan. Ia hendaknya menanggung sendiri semua beban seolah-olah untuk meringankan beban para suster. Ia hendaknya tidak menuntut pelayanan apa pun dari...

SETIAP JIWA MERUPAKAN SUATU DUNIA TERSENDIRI ( BHF 568a)

SETIAP JIWA MERUPAKAN SUATU DUNIA TERSENDIRI ( BHF 568a)

Hubungan Superior dengan Para Suster Superior hendaknya menonjol dalam kerendahan hati dan kasih kepada setiap suster tanpa membeda-bedakan. Ia tidak boleh membiarkan diri dikendalikan oleh sikap suka dan tidak suka, tetapi oleh semangat Kristus sendiri. Hendaknya ia...

DENGAN MEMATUHI SUPERIOR, KITA  MEMATUHI ALLAH SENDIRI ( BHF 567b)

DENGAN MEMATUHI SUPERIOR, KITA MEMATUHI ALLAH SENDIRI ( BHF 567b)

Para suster akan menyapa superior sebagai berikut: “Dengan perkenanmu (dalam bahasa Polandia: proszę Siostry Przełożonej yang searti dengan Permisi, Suster Superior*). Mereka tidak pernah boleh mencium tangannya, tetapi kapan saja mereka berjumpa dengan dia di lorong...

MATI RAGA BATIN MENDUDUKI TEMPAT PERTAMA ( BHF 565)

MATI RAGA BATIN MENDUDUKI TEMPAT PERTAMA ( BHF 565)

Tobat dan Mati Raga.  Mati raga batin menempati tempat pertama, tetapi di samping ini, kita harus mengamalkan juga mati raga lahir yang ditentukan secara ketat sehingga semua orang dapat melaksanakannya. Mati raga dilaksanakan sebagai taruhanikut: pada tiga hari dalam...

DI SINILAH NANTI TEMPAT BIARA ITU ( BHF 559)

DI SINILAH NANTI TEMPAT BIARA ITU ( BHF 559)

Pada suatu kesempatan, ketika aku memasuki kapel, aku melihat tembok suatu bangunan dalam keadaan yang memprihatinkan (bacalah catatan kaki bernomor 204); jendela-jendela tanpa kaca dan pintu-pintu hanya memiliki kusen tanpa daun pintu. Kemudian, aku mendengar...

DOA YANG DIAM-DIAM MENJAGA KESETIAANKU

DOA YANG DIAM-DIAM MENJAGA KESETIAANKU

Hari ini, ketika aku mengenang genap dua puluh sembilan tahun sejak mengucapkan profesi pertamaku sebagai Suster Dina Keluarga Kudus (KKS), pikiranku tiba-tiba kembali melayang jauh ke masa awal panggilan. Bukan kepada peristiwa-peristiwa besar. Bukan pula kepada hari...