Sebelum aku tiba di Vilnius dan berjumpa dengan bapak pengakuan ini, aku pernah melihat sebuah gereja yang lebih kecil dan di dekatnya terletak rumah kongregasi ini. Biara itu memiliki dua belas kamar; setiap biarawati tinggal secara terpisah. Aku melihat imam yang membantu aku mempersiapkan biara itu dan yang aku temui beberapa tahun kemudian, tetapi yang sudah aku kenal dari penampakan.
Aku melihat bagaimana ia mengatur segala sesuatu dalam biara dengan sangat cermat, dibantu oleh imam lain yang belum pernah kujumpai. Aku melihat jeruji besi, tertutup dengan tirai hitam. dan untuk ke gereja para suster tidak usah pergi keluar • BHF 563
“Aku melihat imam yang membantu aku mempersiapkan biara itu… yang sudah aku kenal dari penampakan.” Tidak mudah bagiku merenung BHF hari ini, malah ikut membayang-bayangkan apa yang dialami, dilihat Faustina. Faustina tampak begitu dipersiapkan Allah untuk karya Kerahiman Ilahi ini. Menarik melalui penampakan. Ada gambaran tertentu, ada kisah, ada orang tertentu yang sudah dilihat dengan mata batin sebelum jadi kenyataan.
Bagiku sungguh ini suatu peneguhan istimewa dari Tuhan bagi Faustina. Bahwa segala sesuatu sudah dipersiapkan Allah dalam penyelenggaraan-Nya yang sempurna. Tidak ada yang kebetulan atau tiba-tiba. Rancangan Allah sungguh sempurna. Aku juga semakin yakin bahwa Allah tidak pernah bekerja secara kebetulan atau sendirian. Jauh sebelum Faustina tiba di Vilnius, Tuhan telah lebih dahulu memperlihatkan tempat, orang-orang, bahkan karya yang kelak akan dipercayakan kepadanya. Sungguh menenteramkan hati.
Allah selalu mendahului. Allah yang merancang masa depan, yang merencanakan, mengatur segala sesuatu, memilih orang yang dikehendaki-Nya untuk terlibat di dalam karya-Nya. Cepat atau lambat sesuatu waktu Allah. Indah. Aku jadi ingat tentang ketertarikanku kepada devosi Kerahiman Ilahi ini, sejak tahun 1990-an. Dulu hanya tahu sedikit dan hanya mengenal doa koronka. Tetapi sekarang boleh bergabung, belajar bersama bahkan berbagi bersama di SKR ini, bagiku sudah merupakan karya Tuhan. Sungguh luar biasa karya Tuhan yang menyiapkan sahabat-sahabat baik, sebelum semua itu terjadi. Dan yang seperti ini, hampir selalu terjadi dalam berbagai pengalaman hidup.
Sepertinya sebelum aku melangkah, Tuhan sudah ada di sana bahkan dengan orang-orang terbaik.Sebelum aku mengenal seseorang, Allah telah lebih dahulu mengenalnya. Sebelum sebuah karya dimulai, Tuhan telah menyiapkan orang-orang yang akan mengambil bagian di dalamnya. Mungkin karena itu, aku tidak perlu terlalu takut terhadap masa depan. Yang belum kukenal, sudah dikenal oleh Allah. Yang belum kulihat, sudah ada dalam penyelenggaraan-Nya. Yach…seperti Faustina, yang akhirnya sungguh berani menyerahkan hidup hanya bagi Allah dan jiwa-jiwa dalam rangkulan Kerahiman Ilahi.
Aku diingatkan untuk lebih percaya kepada penyelenggaraan Allah. Tidak semua harus kupahami sejak awal, juga tidak perlu penampakan untuk meyakinkan aku. Tidak semua harus kurencanakan sendiri. Ada bagian yang Tuhan sudah rancang denhan sempurna. Bagianku adalah percaya dan mengandalkan Allah. Dan aku sadar, tidak mudah juga bila aku kurang rendah hati, apalagi kalau memakai ukuran manusiawi saja yang misalnya apa-apa mau pakai kalkulasi, persiapan matang, proposal lengkap, dana cukup, SDM unggul, tempat strategis, peluang besar dan lain-lain pakai staf ahli. Memang secara manusiawi perlu bahkan penting tapi kadang – kadang menjadikan ruang gerak bagi Allah untuk berkarya dan mewujudkan rencana-Nya terlalu kecil.
Aku mau belajar sungguh-sungguh dari Faustina. Cukuplah aku setia melangkah, dengan iman, dalam ketaatan dan rendah hati, sebab Tuhan yang memanggil juga telah lebih dahulu mempersiapkan jalan. Ada bagian yang harus kulakukan selebihnya bagian Allah sendiri. Terima kasih Tuhan, terima kasih Faustina atas inspirasi indah hari ini untukku, berjalan dalam penyelenggaraan Allah yang maha rahim. Yesus Engkau andalanku
Recent Comments