SELASA, PEKAN ADVEN I “Tunas Harapan dan Sukacita Orang Kecil”
Yes 11:1-10; Mzm 72:2.7-8.12-13.17; Luk 10:21-24
Masa Adven adalah masa penantian, bukan dalam ketakutan, tetapi dalam pengharapan. Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat tanda-tanda harapan yang tumbuh di tengah dunia yang lelah dan penuh luka. Kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan sedang menumbuhkan sesuatu yang baru dan indah, meski belum terlihat sepenuhnya.
Nabi Yesaya menubuatkan janji tentang pemimpin para bangsa. Ia berasal dari keturunan Daud dan memiliki daya kekuatan dari Allah. Padanya ada roh Tuhan, Ia akan menjadi panji-panji bagi para bangsa dan akan dicari oleh suku-suku bangsa.
Pemimpin yang dinubuatkan itu tergenapi dalam diri Yesus. Diri dan seluruh hidup-Nya diberdayakan dan dituntun oleh Roh Kudus. Penggenapan nubuat ini secara tegas menuntut kesadaran iman, yaitu bahwa setiap orang beriman harus juga diberdayakan dan dituntun oleh Roh Kudus. Hanya orang yang terbuka, membiarkan diri diberdayakan dan dituntun oleh Roh Kudus yang mampu melihat, mengakui dan mewujudkan misteri janji keselamatan yang datang dari Allah.
Masa Adven adalah saat berahmat di mana kita diajak untuk terbuka dan membiarkan diri diberdayakan dan dituntun oleh Roh Kudus untuk semakin mampu melihat dan mengalami serta mewujudkan janji keselamatan yang datang dari Allah.
* Sejauh manakah aku memiliki sikap terbuka, membiarkan diri diberdayakan dan dituntun oleh Roh Kudus? Apakah aku semakin mampu melihat, mengalami dan mewujudkan janji keselamatan yang datang dari Allah itu?
Masa Adven adalah waktu untuk melihat tunas harapan, mengalami sukacita orang kecil, dan menjadi pembawa damai. Mari kita buka hati, bukan hanya pikiran, agar kita layak menyambut Raja Damai yang akan datang.
Mari membuka dan membiarkan diri kita diberdayakan dan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga kita mampu melihat mengalami dan mewujudkan janji keselamatan yang datang dari Allah.
“Tuhan, tumbuhkanlah dalam kami tunas harapan dan jadikan kami pembawa sukacita bagi dunia”
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments