Dalam misa kudus aku berdoa dengan khusyuk agar Yesus dapat menjadi Raja atas semua hati dan agar rahmat ilahi bersinar dalam setiap jiwa. Kemudian, aku melihat Tuhan sebagaimana dilukiskan dalam gambar kerahiman ilahi dan Ia berkata kepadaku, Putri-Ku, dengan setia memenuhi keinginan-keinginan-Ku, engkau memberi-Ku kemuliaan yang terbesar. BHF 500

Indah sekali doa Santa Faustina yang disampaikan dalam BHF 500 ini. Sebuah doa yang tetap dan sepenuhnya berorientasi demi keselamatan jiwa-jiwa. Doa yang sangat spesifik yakni agar Yesus sungguh menjadi Raja, yang merajai hati setiap jiwa. Kita tahu, apa yang terjadi jika setiap jiwa mengizinkan Yesus menjadi Raja yang merajai hatinya? Bukankah di situlah Allah dimuliakan?
Sungguh, memuliakan Allah dimulai dari doa yang msrupakan ungkapan kasih dan relasi yang hidup dengan Tuhan sendiri. Bahkan sebelum niat baik diwujudkan dalam tindakan kasih, doa sudah lebih dahulu menjangkau jauh dan mendalam, menyentuh jiwa-jiwa, demi keselamatan mereka dan kemuliaan Allah.

Doa terutama yang disatukan dgn kurban Yesus dalan perayaan Ekaristi, menjadi jalan yang sunyi namun penuh syukur, sukacita dan memiliki daya yang menyelamatkan. Sakramen keselamatan. Tepat sekali Faustina memohonnya dalam perayaan Ekaristi. Dalam keheningan doa, dalam kesatuan komuni kudus, jiwa bekerja sama dengan rahmat Allah untuk menghadirkan terang-Nya bagi dunia.

Aku bertanya pada diriku sendiri. Apa yang paling sering kupersembahkan dalam doaku, terutama saat aku merayakan Ekaristi?
Mana yang lebih dominan, doa untuk diriku sendiri, keluargaku, kepentinganku, atau sungguh untuk jiwa-jiwa? Dan terutama agar Tuhan Yesus setelah tinggal dalam hatiku yang kuterima dalam Sabda dna komuni kudus, juga merajai hatiku lalu hati semua jiwa yang mendengar sabdaNya dan menerima Tubuh dan darahNya? Untuk apa aku menerima Tubuh dan DarahNya? Bukankah agar Tuhanku tinggal dlaam hatiku, aku tinggal dalam Dia dan memimpin, merajai seluruh hidupku. Dan jika ini, sungguh kuhayati, tepatlah seperti Injil hati ini, “Tinggal dalam kasih Tuhan.agar sukacita kita penuh”. Ya.. Jika Kristus merajai hati, sukacita kita penuh.

Pertanyaan dan refleksiku ini menjadi cermin sekaligus panggilan, agar doaku semakin dimurnikan, semakin diperluas, dan semakin selaras dengan hati Yesus yang rindu meraja dalam setiap jiwa.
Ya Yesusku, jadilah Raja dalam hatiku, dan pakailah doaku bagi keselamatan banyak jiwa. Yesus, Engkau andalanku.