JUMAT, PEKAN BIASA
2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17; Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11; Mrk. 4:26-34

Bacaan hari ini memperlihatkan sisi-sisi kehidupan iman. Kejatuhan Daud dalam dosa besar: perzinahan dan pembunuhan. Mazmur 51 sebagai doa tobat yang lahir dari hati yang hancur. Yesus dalam Injil Markus berbicara tentang benih Kerajaan Allah yang bertumbuh secara misterius, bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena karya Allah. Semua ini mengajarkan bahwa Allah mampu mengubah kegagalan manusia menjadi kesempatan pertobatan dan pertumbuhan baru.

Kisah Daud jatuh ke dalam dosa menunjukkan secara gamblang bahwa janji jaminan Allah, panggilan dan kewibawaan yang dianugerahkan oleh Allah bukanlah kekebalan bagi setiap orang beriman. Janji jaminan dan panggilan bagi setipa orang beriman itu harus selalu dihidupi dalam ketaatan dan kesetiaan totak kepada Allah. Meskipun Daud dipilih secara khas dan sudah teruji kesetiaannya, namun ia tetap jatuh ke dalam dosa. Ia mencari kepentingan dan kenikmatan dirinya saja. Ia menyalahgunakan kebebasan dan kuasa yang dianugerahkan oleh Allah baginya. Itulah inti dari setiap dosa.
Perumpamaan tentang petani dan benih yang tumbuh mengingatkan setiap orang beriman akan misteri karya keselamatan Allah. Walau manusia rapuh dan lemah, pada Tuhan tidak ada jalan buntu dan tanpa harapan. Pada Tuhan selalu ada jalan keluar. Allah berkarya menurut rencana dan jalann-Nya, bahkan tanpa diduga-duga oleh manusia. Daya dan karya Allah bagaikan benih yang tumbuh dan menghasilkan buah. Daya dan karya Allah menjadi jaminan kehidupan bagi setiap orang, siapa pun, apa pun, dan bagaimana pun orang itu.

Bagaimana aku telah membangun sikap taat dan setia seutuhnya pada rencana dan jalan Allah? Bagaimana aku telah menggunakan kebebasan dan kekuasaan yang telah dianugerahkan Allah bagiku? Apakah diri dan hidupku telah menjadi daya dan karya Allah bagi sesamaku?
Daud jatuh, tetapi ia bertobat. Mazmur 51 menjadi doa yang lahir dari hati yang hancur. Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Allah bertumbuh bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena karya Allah. Mari kita belajar dari Daud: mengakui dosa, bertobat dengan tulus, dan memberi ruang bagi Allah untuk menumbuhkan Kerajaan-Nya dalam hidup kita.
Mari membangun sikap taat dan setia seutuhnya pada rencana dan jalan Allah. Mari menggunakan kebebasan dan kekuasaan yang telah dianugerahkan Allah bagi kita untuk menjadi daya dan karya Allah bagi sesama kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT