Pada hari Sabtu, kami meninggalkan Kraków dan kembali ke Vilnius. Dalam perjalanan, kami singgah berdoa di Czestochowa. Ketika aku sedang berdoa di hadapan gambar (Madonna Hitam) yang ajaib itu,aku merasa bahwa …. sangat menyenangkan…. (Kalimat tidak selesai). • BHF 521
“Ketika aku sedang berdoa di hadapan gambar (Madonna Hitam) yang ajaib itu, aku merasa bahwa… sangat menyenangkan…” Sungguh asyik merenungkan BHF 521 ini, terutama melihat bagaimana relasi Faustina dengan Bunda Maria. Bagiku, bukan kebetulan jika kalimat yang ditulis Faustina tidak selesai. Aku menangkapnya demikian: apa yang mau dikatakan, ditulis, atau dikisahkan tentang Bunda Maria terlalu indah, terlalu manis, sehingga tak terkatakan. Barangkali tidak ada kata yang mampu melukiskan sukacita hati saat berhadapan dengan Bunda, berdialog dengan Bunda, bahkan sekadar berada bersama-Nya, memandang-Nya, atau mengingat-Nya.
Bunda… ya, Ibu. Ibu yang dalam hatinya mengetahui semuanya dan merasakan semua yang dirasakan oleh anak-anaknya, termasuk yang dirasakan Faustina. Tentu sangat menyenangkan. Tetapi bagaimana menguraikannya? Hampir tidak ada kata yang mampu menjelaskannya. Semua itu hanya dapat dirasakan.
Menulis tentang ini pun membuatku bersukacita. Benar, ketika berbicara tentang Bunda Maria, hatiku terasa nyaman, tenang, damai, dan bahagia. Ya… semuanya adalah rasa seorang anak terhadap ibunya. Seperti banyak orang Katolik pada umumnya, tampaknya kita memiliki kedekatan yang istimewa dengan Bunda Maria. Di lingkungan komunitas dan paroki kami, umat senang berdoa rosario bergilir dari rumah ke rumah setiap malam pada bln Mei dsn Oktober. Mereka datang dengan sukacita, bahkan ada yang hadir setiap hari tanpa absen. Namun, kadang suasananya berbeda kalau dibandingkan dengan sharing Injil atau ibadat lainnya, sedikit yang berminat.. Memang Bunda memiliki daya tarik istimewa.
Dulu, gua Maria atau tempat doa umumnya berada di gereja atau biara. Sekarang, di hampir setiap rumah umat Katolik ada gua Maria kecil. Ada yang sederhana, ada yang sangat bagus, dengan patung Bunda yang cantik dan meneduhkan hati. Ya, demikian banyak ungkapan cinta dan wujud kasih yang dipersembahkan kepada Bunda Maria. Masing-masing dengan caranya sendiri. Saya tidak heran jika Faustina tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Mungkin memang ada alasan lain, tetapi saya menafsirkannya demikian. Dan Faustina sangat bersukacita.
Berdoa bersama Bunda Maria, berdoa melalui perantaraan Bunda Maria, semuanya merupakan ungkapan kasih dan relasi cinta yang mendalam, yang didasarkan pada iman bahwa sebagai Ibu, Bunda Maria tidak pernah menolak anak-anaknya. Siapa pun yang datang kepada Bunda, pasti memperoleh berkat yang melimpah. Demikian pengalamanku, pengalaman kita dan banyak orang.
Saya sangat suka berkunjung ke gua Maria, sejak kecil sampai sekarang. Kadang bukan untuk berdoa panjang-panjang. Hanya datang, menyapu halaman yang kotor karena dedaunan, membersihkan grotto, menyentuh tangan patung Bunda, lalu pulang. Berkunjung sebentar saja. Tapi hati senang, beban ringan, nyaman, teduh tenang. Ada temanku yang setiap hari menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria. Katanya, ia tidak banyak berdoa. Ia hanya berbisik-bisik kepada Bunda Maria. Ada pula yang mempersembahkan bunga yang begitu indah bagi Bunda. Ya, setiap jiwa mencintai Bunda dan memiliki cara yang istimewa serta unik untuk mengungkapkannya. Sama seperti setiap kita memiliki cara tersendiri untuk mencintai ibu atau mama kita. Dan seorang ibu tahu semua itu.
Faustina memiliki relasi yang begitu dalam, bahkan menyatu dengan Bunda dalam banyak hal. Ia sangat mencintai Bunda seperti ia mencintai Yesus. Aku pun mau terus belajar mencintai Bunda.
Aku selalu meyakinkan diriku bahwa dalam jalan pengharapan ini, di dunia yang penuh pertempuran dan perjuangan, tempat yang paling aman untuk berlindung adalah di pangkuan Bunda.
“Kami berlindung di bawah naunganmu, ya Santa Bunda Allah. Jangan mengabaikan kami dalam kesukaran, tetapi bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya, ya Perawan Maria yang mulia dan terpuji.”
Kepadamu kuserahkan badan dan jiwaku serta seluruh hidupku.
Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, agar kami dapat menikmati janji Kristus.
Bunda Kerahiman, doakanlah kami.
Yesus, Engkau andalanku
Recent Comments