Kerahiman Tuhan akan kunyanyikan selama-lamanya di hadapan segala bangsa • sebab inilah sifat Allah yang paling tinggi • dan mukjizat tanpa henti bagi kita.

Engkau memancar dari Tritunggal ilahi • tetapi dari rahim tunggal yang penuh dengan kasih. • Kerahiman Tuhan akan dinyatakan di dalam jiwa dengan segala kepenuhannya, • ketika selubung tersingkap.

Dari sumber kerahiman-Mu, ya Tuhan, • mengalir segala kebahagiaan dan kehidupan. • Karena itu, hendaknya segala makhluk dan seluruh ciptaan • larut dalam nyanyian kerahiman.

Lubuk kerahiman Allah dibuka bagi kita • lewat kehidupan Yesus yang terentang di salib. • Hai pendosa, jangan ragu atau putus asa! • Andalkanlah kerahiman ilahi • sebab engkau pun dapat menjadi kudus.

Dua mata air dalam wujud sinar telah memancar dari Hati Yesus, • bukan untuk para malaikat, Kerubim arau Serafim, • tetapi untuk keselamatan manusia yang berdosa.• BHF 522

Madah pujian kepada Kerahiman yang memancar dari Tritunggal Mahakudus ini sungguh indah. Merenungkannya pada vigili Hari Raya Tritunggal Mahakudus, hatiku hanya dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Semua telah disediakan dan dikerjakan oleh Allah Tritunggal yang Mahakudus, dan Mahamulia, yang penuh kasih, rahim dan murah hati.. Dari-Nya mengalir rahmat demi rahmat yang berlimpah tanpa henti. Dari sumber Kerahiman-Nya mengalir segala kebahagiaan dan kehidupan.

Betapa bahagianya kita memiliki Allah yang tidak pernah lelah mengampuni. Setiap kali jatuh, Kerahiman-Nya merengkuh dan memgangkat kembali. Setiap kali tersesat, Kerahiman-Nya mencari dan membawa pulang. Setiap kali terluka, Kerahiman-Nya menyembuhkan dan memulihkan. Setiap kali putus asa, Kerahiman-Nya menghidupkan kembali harapan dan semangat baru. Sungguh membahagiakan..Berbahagialah yang mengandalkan Allah Tritunggal dan kerahimanNya yang tak terbatas. Aku bahagia karena dicintai. Ia mencintaiku lebih dahulu, bahkan ketika aku masih lemah, rapuh, dan berdosa.

Benar kata Faustina, dari sumber Kerahiman Tuhan mengalir segala kebahagiaan dan kehidupan. Tanpa Kerahiman Allah, hidup menjadi kering, kosong, dan kehilangan arah. Tetapi bersama Kerahiman-Nya, selalu ada harapan baru, masa depan baru, dan kesempatan baru dan hidup baru dalam Kriatus untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Yang paling menghibur hatiku adalah bahwa Kerahiman Allah, membuka peluang untuk menjadi kudus. Betapa luar biasanya! Pujian dan kemuliaan bagi kerahiman-Nya. Manusia yang lemah, berdosa, dan penuh keterbatasan tetap dipanggil kepada kekudusan karena Kerahiman Allah yang tak terbatas. Aku bersyukur, memuji dan memuliakan Allah Tritunggal Kudus, karena masih selalu diberi kesempatan untuk bertobat, untuk berjalan bersama Tuhan. Terima kasih, Tuhan, atas Kerahiman-Mu yang tak terselami. Semoga hidupku pun menjadi madah syukur yang memuliakan Kerahiman-Mu selama-lamanya. Kemuliaan kepada Tritunggal Kudus, Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, kini dan selamanya, Amin.
Yesus, Engkau andalanku.