KAMIS, PEKAN BIASA
2Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25
Bacaan hari ini mengajak kita melihat beberapa hal penting. Doa Daud yang penuh syukur atas janji Allah yang setia. Mazmur yang menegaskan bahwa Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya. Yesus yang mengingatkan bahwa pelita tidak diletakkan di bawah tempat tidur, melainkan di atas kaki dian agar memberi terang.Semua bacaan ini menegaskan bahwa iman bukan untuk disembunyikan, melainkan untuk memancarkan terang janji Allah dalam hidup nyata.
Allah menegaskan janji jaminan-Nya kepada Daud melalui nabi Natan. Terhadap janji jaminan Allah itu, Daud memuji Allah. Ia menyatakan terima kasihnya kepada Allah atas janji jaminan Allah tersebut. Dalam pujiannya itu, Daud memperlawankan kekecilannya dengan kebesaran Allah. Duad menegaskan kembali bahwa Allah adalah satu-satunyaAllah dan Israel adalah umat-Nya yang terkasih.
Melalui perumpamaan tentang pelita, Yesus menegaskan kepada setiap orang yang mendengarkan-Nya supaya mempertimbangkan secara saksama ajaran dan kehidupan-Nya secara mendalam. Sebab, hanya melalui cara itu, setiap orang dapat membagikan ajaran dan hidup Yesus itu kepada orang lain. Jika tidak, mereka akan kehilangan daya dan jati diri mereka sebagai orang beriman.
Apakah aku selalu meyakini janji jaminan Allah bagi hidupku? Dalam hal apa? Bagaimana keyakinan itu telah aku hidupi? Sejauh mana ajaran dan hidup Yesus telah menjadi dasar, arah dan tujuan hidupku? Bagimana aku telah membagikannya kepada sesamaku?
Daud bersyukur atas janji Allah, Mazmur menegaskan kehadiran-Nya, dan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi pelita. Mari kita hidup sebagai umat yang bersyukur, hati yang terbuka bagi Allah, dan pelita yang memancarkan terang Kristus. Dengan demikian, janji Allah sungguh nyata dalam hidup kita dan menjadi berkat bagi sesama.
Marilah kita hidup dalam janji jaminan Allah bagi kita. Marilah hidup berbagi dalam ajaran dan hidup Yesus itu sendiri.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments