Ketika Anda memikirkan apa yang Kuberitahukan kepada Anda dalam relung hati Anda, Anda akan memetik lebih banyak manfaat daripada jika Anda membaca banyak buku. Oh, kalau saja jiwa-jiwa mau mendengarkan suara-Ku ketika Aku berbicara dalam relung hati mereka, dalam waktu singkat mereka dapat mencapai puncak kesucian. • BHF 584
Membaca BHF 584 ini, aku tersenyum.Beberapa hari terakhir aku memilih lebih banyak berdialog dengan Yesus daripada berpikir tentang apa yang harus kutulis. Sering kali aku sendiri tidak tahu dari mana kalimat-kalimat itu datang. Aku hanya duduk di hadapan-Nya, memandang-Nya, lalu kata demi kata mengalir begitu saja menjadi sebuah percakapan.
Hari ini Yesus seolah menjelaskan semuanya. Memang Dia berbicara dalam relung hati. Bukan melalui banyak buku, teori, analisis, melainkan melalui perjumpaan yang akrab dengannya dalam relung jiwa.
Buku memang penting. Di masa lalu saya sangat suka membaca buku. Aku “berhenti” membaca buku, setelah membaca Buku Harian Faustina. Sebab salah satu nomor BHF yang saya tidak ingat mengatakan bahwa buku yang terbuka lebar adalah “Sengsara Tuhan Yesus”. Dan benar, merancang sengsara Tuhan, sungguh menyingkapkan segala hal dalam jiwaku, di dunia, dalam semesta ini dan mengenal Tuhan lebih baik dari sebelumnya.
Bagaimana pun saya tetap sangat bersyukur karena begitu banyak penulis rohani, para kudus, dan terutama Faustina telah membantuku mengenal Tuhan melalui buku-buku berkualitas. Namun akhirnya semua bacaan itu harus disampaikanku kepada Dia sendiri. Sebab hanya Tuhan yang mengetahui apa yang paling dibutuhkan oleh jiwaku hari demi hari.
Sekarang aku mengerti kenapa Faustina begitu akrab dengan Yesus. Hampir di setiap halaman BHF ia berkata, “Yesus berkata padaku…” Aku kira semua itu lahir dari kebiasaannya mendengarkan suara Tuhan dalam relung hati. Ia menyediakan ruang, hidup bersama Tuhan, lalu memikirkan setiap sabda-Nya.
Aku makin rindu belajar lebih sungguh-sungguh memberi waktu kepada Tuhan untuk berbicara dalam hatiku. Agar aku tidak sekadar mengetahui Sabda-Nya, tetapi memikirkannya sampai Sabda itu menjadi hidup di dalam diriku.
Yesusku, ajarlah aku semakin mencintai kenyamanan relung hati, tempat Engkau berdiam. Jangan biarkan aku hanya sibuk membaca tentang Engkau, namun mampukan aku duduk diam, mendengarkan suara-Mu, dan setia memikirkan setiap sabda yang Engkau bisikkan. Jadikan relung hatiku, tempat perjumpaan kasih antara Engkau dan aku. Yesus, Engkau andalanku
Recent Comments