Pengakuan dosa
Mengenai pengakuan dosa. Kita harus memetik dua macam manfaat dari pengakuan dosa.
1. Kita pergi ke pengakuan dosa untuk disembuhkan.
2. Kita pergi ke pengakuan dosa untuk dididik – seperti seorang anak kecil, jiwa kita memiliki kebutuhan lestari akan pendidikan.
Ya Yesusku, aku memahami kata-kata ini sedalam-dalamnya, dan aku mengetahuinya berdasarkan pengalamanku sendiri bahwa atas dasar kekuatannya sendiri, jiwa tidak akan maju. Ia akan bersusah payah dan tidak melakukan apa-apa untuk kemuliaan Allah. Ia akan terus-menerus sesat sebab pikirannya digelapkan dan tidak tahu bagaimana mencermati masalah-masalahnya sendiri. Aku akan memberikan perhatian istimewa kepada dua hal: pertama, dalam melalukan pengakuan dosa yang paling merendahkan diriku, juga kalau dosa itu akan tampak remeh, tetapi itu sangat berat bagiku, dan karena alasan itu aku akan mengatakannya.
Kedua, aku akan mengamalkan penyesalan, bukan hanya selama pengakuan dosa, tetapi selama pemeriksaan batin. Dan aku akan membangkitkan dalam diriku suatu sesal sempurna, khususnya ketika aku pergi tidur. Satu kata lagi: jiwa yang sungguh mau maju dalam kesempurnaan harus mematuhi secara ketat nasihat yang diberikan oleh pembimbing rohani. Semakin besar kepercayaan kita kepadanya, semakin kuduslah kita. [BHF 377]
“Ya Yesusku, aku memahami kata-kata ini sedalam-dalamnya, dan aku mengetahuinya berdasarkan pengalamanku sendiri bahwa atas dasar kekuatannya sendiri, jiwa tidak akan maju. Ia akan bersusah payah dan tidak melakukan apa-apa untuk kemuliaan Allah. Ia akan terus-menerus sesat sebab pikirannya digelapkan dan tidak tahu bagaimana mencermati masalah-masalahnya sendiri.”
Kalimat-kalimat Faustina ini sangat menyentuh hatiku. Ia berkata bahwa jiwa yang hanya mengandalkan kekuatannya sendiri tidak akan maju. Dari pengalamanku, aku menyadari betapa mudahnya aku lelah dan sibuk, tetapi tidak sungguh bertumbuh bila aku berjalan sendirian, tanpa sungguh mengandalkan Tuhan, karena semuanya mengalir biasa saja. Padahal, kenyataan, tanpa terang dari Tuhan, pikiranku mudah kabur dan aku pun sulit melihat diriku sendiri dengan jujur.
Bagiku, pengakuan dosa menjadi sesuatu yang sangat penting. Bukan hanya sebagai pengakuan atas dosa-dosaku, tetapi juga sebagai pengakuan akan kuasa kerahiman Allah yang tak terbatas. Melalui ini, aku kembali sadar kenyataan diriku: betapa aku membutuhkan banyak rahmat, terutama rahmat penerangan batin, agar aku mampu sadar, mengakui dengan jujur, membangun niat yang benar, dan mengamalkannya dengan setia hari demi hari.
Pemeriksaan batin harian, membangun niat baru, penyesalan sungguh atas dosa-dosa serta pengakuan dosa menolongku untuk tidak berjalan sendirian, tetapi membiarkan Allah memimpin langkah-langkah kecilku dengan sabar. Yesus, Engkau andalanku. * hm
Recent Comments