KAMIS, PEKAN BIASA XVIII
Bil. 20:1-13; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Mat. 16:13-23.

Kebutuhan akan air membuat umat menggerutu. Mereka mempersalahkan Musa dan Harun yang membawa mereka keluar dari kenyamanan Mesir. Hal tersebut membuat Musa dan Harun menjadi tidak sabar dan bahkan menjadi tidak percaya akan apa yang diperintahkan oleh Allah. Terhadap ketidakpercayaan itu, Musa dan Harun dihukum. Mereka tidak diperkenankan untuk masuk ke tanah perjanjian.

Kontras antara pengakuan dan penyangkalan yang dilakukan oleh Petrus terhadap identitas dan rencana Sang Guru menjadi sebuah kesadaran penting. Pengakuan iman kepercayaan harus lahir dari kesadaran hati. Supaya pengakuan iman kepercayaan itu teguh, kokoh dan menjadi tumpuan harapan dan kekuatan maka setiap orang harus membuka diri pada rencana dan kehendak Allah yang tertanam dalam hati masing-masing.

Seteguh apakah iman dan kepercayaanku pada rencana dan kehendak Allah? Bagaimana keterbukaan hatiku terhadap rencana dan kehendak Allah yang tertanam dalam hatiku? Apakah perilaku, sikap dan tindakanku didasarkan pada rencana dan kehendak Allah itu?
Mari membuka hati kita terhadap rencana dan kehendak Allah yang sudah tertanam di dalam hati kita masing-masing.
Tuhan memberkati. * RD AMT