DENGAN MEMATUHI SUPERIOR, KITA MEMATUHI ALLAH SENDIRI ( BHF 567b)
Para suster akan menyapa superior sebagai berikut: “Dengan perkenanmu (dalam bahasa Polandia: proszę Siostry Przełożonej yang searti dengan Permisi, Suster Superior*). Mereka tidak pernah boleh mencium tangannya, tetapi kapan saja mereka berjumpa dengan dia di lorong...
DALAM HUBUNGAN DENGAN PARA SUPERIOR, HENDAKNYA DITUNTUN OELH ROH IMAN ( BHF 567a)
Hubungan Para Suster dengan Superior Semua suster hendaknya menghormati superior seperti Tuhan Yesus sendiri, seperti yang kusebutkan ketika berbicara mengenai kaul ketaatan. Terhadapnya, mereka hendaknya bersikap dengan kepercayaan seorang anak, dan hendaknya tidak...
MATI RAGA BATIN MENDUDUKI TEMPAT PERTAMA ( BHF 565)
Tobat dan Mati Raga. Mati raga batin menempati tempat pertama, tetapi di samping ini, kita harus mengamalkan juga mati raga lahir yang ditentukan secara ketat sehingga semua orang dapat melaksanakannya. Mati raga dilaksanakan sebagai taruhanikut: pada tiga hari dalam...
ENGKAU MEMBERI SUKACITA YANG BESAR, KETIKA ENGKAU MENYEMBAH TRITUNGGAL KUDUS ( BHF 564)
Pada Pesta Bunda Allah Dikandung Tanpa Noda, dalam misa kudus, aku mendengar gemerisik pakaian dan aku melihat Bunda Allah Tersuci dalam semarak cahaya yang amat indah. Pakaiannya putih dengan ikat pinggang biru. Ia berkata kepadaku, Engkau memberiku sukacita yang...
Recent Comments